Catatan Harian

Catatan Harian
Maceka Nor

Senin, 09 Maret 2015

Wati (Piper methysticum forst)


Kava kava (Piper methysticum forst)
Piper methysticum forst  atau “Bari” (dalam bahasa Indonesia) adalah tanaman yang berasal dari Ordo (bangsa) piperales yang tumbuh tersebar di kepulauan pasifik. Bari mirip dengan tanaman sirih,bedanya tanaman sirih sifat pertumbuhannya menjalar sementara Bari tumbuh tegak.





gambar: Piper methysticum forst  


Di Indonesia Bari banyak terdapat di pulau Papua terutama di Kabupaten Merauke. Suku malind  (penduduk asli yang mendiami kabupaten Merauke) mengonsumsinya sebagai minuman tradisional yang dapat membuat mabuk. Dalam bahasa setempat (bahasa Malind) disebut “Wati”. Wati biasanya di-konsumsi saat ritual-ritual adat.
Secara klinis ,tanaman Kava-kava  telah diujicobakan pada hewan percobaan dan dapat menimbulkan efek pada :Sebenarnya belum ada suatu teori yang mendukung kuat tentang efek Kava-kava terhadap sistim saraf pusat. Namun, ada suatu hipotesis yang menyebutkan bahwa kava-kava bekerja pada reseptor GABA di otak. Atas dasar itu maka tamana kava-kava dapat dijadikan sebagai obat anti kejang.

Klasifikasi Tanaman Wati (Piper methysticum)
Dunia (regum)     : Plantarum
Divisio (Divisio)    : Spermatophyta
Kelas (Classis)        : Dicothyledonae
Bangsa (Ordo)    : Piperales
Suku (Famili)        : Piperaceae
Marga (Genus)    : Piper
Jenis (Species)    : Piper methysticum Forst


Sabtu, 17 Januari 2015


Doa Gandhy (Mahatma Gandhi




Engkau Yang Maha Rendah Hati, yang bersemayam dalam pondok-pondok kecilkaum pariah,bantulah kami untuk mencariMU. Berikanlah kami kelapangan,berikanlah kami hati yang lapang, anugerahilah kami dengan kerendahan hatiMu. Anugerahilah kami dengan kemampuan dan kerelaan untuk menyatukan diri kami dengan massa rakyat di India.

            Oh Tuhan….!!!  Satu-satunya zat yang bisa menolong ketika umat manusia benar-banar  tak berdaya. Jangan pisahkan kami dengan rakyat yang harus kami layani sebagai sesame  hamba dan teman.Perkenankanlah kami mengejawantahkan pengorbanan –diri,kesalehan,keilahian, kerendahan-hatian, keikhlasan, sehingga kami bisa mengenali bumi yang lebih baik dan mencintainya.